Tinjauan Hukum Ekonomi Syariah terhadap Praktik Pembayaran Mahar dalam Bentuk Aset Produktif: Studi di KUA Kecamatan Sukasari
Keywords:
Mahar, Aset Produktif, Hukum Ekonomi Syariah, Maqashid Al-Syariah, KUAAbstract
Penelitian ini mengkaji praktik pembayaran mahar dalam bentuk aset produktif di KUA Kecamatan Sukasari dari perspektif hukum ekonomi syariah. Fenomena pemberian mahar dalam bentuk aset produktif seperti tanah pertanian, properti, saham syariah, dan sukuk merupakan perkembangan baru yang belum mendapat kajian akademis yang memadai, sehingga menimbulkan kebutuhan mendesak akan analisis hukum yang komprehensif. Penelitian ini menggunakan metode normatif-empiris dengan pendekatan fikih komparatif, kaidah 'urf, dan maqashid al-syariah, serta pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: pertama, praktik mahar aset produktif di KUA Kecamatan Sukasari mencakup beragam jenis aset dengan mekanisme penyerahan yang terverifikasi dan tidak mengandung unsur gharar; kedua, praktik ini dinyatakan sah secara hukum Islam karena memenuhi keempat syarat mahar yang disepakati ulama lintas mazhab dan sejalan dengan KHI Pasal 30; ketiga, analisis kaidah 'urf mengkategorikan praktik ini sebagai 'urf shahih, sementara pendekatan maqashid al-syariah menegaskan bahwa mahar aset produktif secara optimal mewujudkan tujuan perlindungan harta (hifzh al-mal) bagi perempuan, menjadikannya instrumen pemberdayaan ekonomi perempuan yang lebih substansial. Tantangan implementasi meliputi ketiadaan regulasi teknis di KUA dan keterbatasan kapasitas penghulu dalam memahami instrumen ekonomi syariah kontemporer. Penelitian ini merekomendasikan penerbitan regulasi teknis oleh Kementerian Agama, fatwa spesifik DSN-MUI, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia KUA.
Downloads
References
Alhamdani, A. K., Halim, H. A., Abidin, Z., Bhakti, I. S. G., Jalil, A., Wahyudin, Y., Fahmudin, M., Puspandari, R. Y., Hadi, M. N., Adityarani, N. W., & others. (2024). Hukum tentang Perkawinan Islam. Sada Kurnia Pustaka.
Choeri, I. (2022). Optimalisasi Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2004 Tentang Wakaf Di Kabupaten Jepara. El-Usrah Jurnal Hukum Keluarga, 5(1), 23. https://doi.org/10.22373/ujhk.v5i1.12221
Devy, S. (2022). Konsekuensi Pembatalan Pertunangan Dalam Tradisi Masyarakat Kecamatan Jaya Kabupaten Aceh Jaya Ditinjau Dari Segi Konsep ‘Urf. El-Usrah Jurnal Hukum Keluarga, 5(1), 117. https://doi.org/10.22373/ujhk.v5i1.16000
Fauzi, A. (2022). PROBLEMATIKA PENGELOLAAN DAN PENDAYAGUNAAN WAKAF (Studi Di Badan Wakaf Indonesia Perwakilan Provinsi Lampung). Familia Jurnal Hukum Keluarga, 3(2), 129–150. https://doi.org/10.24239/familia.v3i2.77
Khairunnisa, N., Furqani, H., & Amanatillah, D. (2021). Sukuk Dan Pembangunan Infrastruktur Di Indonesia (Analisis Peran Dan Manfaat Sukuk Untuk Pembangunan Indonesia). Ekobis Syariah, 1(2), 11. https://doi.org/10.22373/ekobis.v1i2.9997
Khasanah, U., Hasan, M., & Muzamil, S. (2023). Persepsi Tokoh Agama Terhadap Uang Mahar Yang Dijadikan Hiasan Dalam Akad Nikah Di Kecamatan Subah Kabupaten Sambas. Al-Usroh, 3(1), 78–93. https://doi.org/10.24260/al-usroh.v3i1.906
Lilhaq, M. J., Muhibban, M., Nurhasan, N., & Mudzakky, M. R. (2024). Review of Islamic Law Regarding Mobile Legend Diamonds as a Wedding Dowry. Al-Mahkamah Islamic Law Journal, 2(1), 1–15. https://doi.org/10.61166/mahkamah.v2i1.18
Luthfia, C., & Hanif, H. A. (2022). Urgensi Perncatatan Perkawinan Perspektif Hukum Islam. Sahaja, 1(2), 85–96. https://doi.org/10.61159/sahaja.v1i2.21
Muhtar, M. A. (2023). Konsep Talkin Nikah Menurut Ajaran Islam. Jisyaku, 2(1), 48–58. https://doi.org/10.23971/jisyaku.v2i1.6354
Rasiam, R. (2021). Telaah Kritis Pengelolaan Dana Desa Dengan Pendekatan Maqashid Syariah Di Desa Tanjung Salah Kabupaten Kubu Raya Kalimantan Barat. Al-Maslahah Jurnal Ilmu Syariah, 17(1), 81–111. https://doi.org/10.24260/al-maslahah.v17i1.1927
Rasyidi, K., Misbahuddin, M., & Ridwan, S. (2024). Pemberdayaan Wakaf Produktif Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Masyarakat Di Kabupaten Maros. Tasamuh Jurnal Studi Islam, 16(1), 23–40. https://doi.org/10.47945/tasamuh.v16i1.1288
Rizaludin, R., Susanto, H., & Mubarak, J. (2022). Analisis Kaidah Urf pada Fatwa DSN-MUI No. 54 Tentang Syariah Card. Al-Kharaj Jurnal Ekonomi Keuangan & Bisnis Syariah, 5(4), 1904–1921. https://doi.org/10.47467/alkharaj.v5i4.1823
Saprida, S., Umari, Z. F., & Raya, F. (2024). Sistem Pengeloaan Wakaf Saham Di Indonesia Dalam Perspektif Hukum Islam Dan Perundang-Undangan Perwakafan. Ekonomica Sharia Jurnal Pemikiran Dan Pengembangan Ekonomi Syariah, 9(2), 221–234. https://doi.org/10.36908/esha.v9i2.991
Sofiana, N. E. (2021). Konsep Mahar Siti Musdah Mulia Dan Marzuki Wahid Menurut Dalalah Nas}. Al-Syakhsiyyah Journal of Law & Family Studies, 3(1), 16–36. https://doi.org/10.21154/syakhsiyyah.v3i1.2720
Sulthonuddin, B. H., & Ali, B. S. (2023). Jual Beli Uang Kuno Perspektif Ulama Nu (Nahdlatul Ulama) Dan Ulama Persis (Persatuan Islam) Garut. Jurnal Hukum Ekonomi Syariah, 2(1), 1–13. https://doi.org/10.37968/jhesy.v2i1.393
Syahputra, A. (2024). Historisitas Dan Tujuan Aturan Mahar Dalam Perundang-Undangan Keluarga Islam Indonesia Dan Negara-Negara Muslim. Al-Syakhsiyyah Journal of Law & Family Studies, 5(2). https://doi.org/10.21154/syakhsiyyah.v5i2.6001
Wahyuni, S. (2022). Perkawinan Adat Di Maluku: Antara Adat, Pendidikan Dan Agama (Studi Kasus Terhadap Keluarga Muslim Di Jazirah Leihitu Dan Kecamatan Sirimau Maluku). Indonesian Journal of Shariah and Justice, 2(2), 163–185. https://doi.org/10.46339/ijsj.v2i2.33

